Posted by: antozz on: Desember 1, 2008
Melihat judul di atas mungkin tidak semua blogger sependapat dengan saya atau malah menjadi ajang pro dan kontra bagi para blogger. Menarik membaca postingan Mas Wijaya yang berjudul Dunia Maya tak secantik Luna Maya dan juga terinspirasi tulisan Mbak Easy mengenai Nama Menunjukkan Jenis Kelamin? . Mengapa saya katakan pada dasarnya semua blogger itu narsis, mari kita lihat asa usul kata narsis atau tepatnya ditulis narcis
Posted by: antozz on: November 27, 2008
Alhamdulillah telah lahir adiknya Zaki, Laki-laki, Berat 3.35 kg, Tinggi 50 cm, pada hari ini Kamis, 27 November 2008 Pukul 21.40 WIB di Rumah Sakit Harapan Bunda, Pasar Rebo. Setelah penantian beberapa hari ini lega rasanya. Terima Kasih atas dukungan dari keluarga (Eyang Ti dan Kung Tercinta, Ananda Zaki yang ikut menemani hingga tertidur, Paman kami Om Tri beserta Bulek dan Om Hardi, serta doa dari famili terdekat, rekan-rekan kerja Sucofindo dan MtsN 3, serta rekan-rekan Blogger tercinta.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 25, 2008
Saat kita sekolah dulu… sering kali tidak kita sadari betapa beratnya pekerjaan seorang guru. KIta hanya tahunya tugas seorang guru hanya mengajar, memberikan ulangan dan membagikan nilai. Sering kali juga orang-orang memandang menjadi guru itu enak karena bisa pulang cepat dan banyak waktu di rumah, mungkin sebagian orang akan menganggap wajar bila gaji guru itu kecil. Ternyata baru saya sadari betapa beratnya pekerjaan seorang guru, setelah saya memiliki seorang istri tercinta yang berprofesi guru. Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 24, 2008
Pagi menjelang siang hari di pertengahan tahun 1998, tepatnya saya lupa
berangkat dari kantor Telkom Japati Bandung dengan mengendarai sepeda motor teman satu kuliah, di mana saat itu kami memang sedang mengerjakan proyek IN Billing (Billing telepon Premium Call), setelah mendapat izin dari Boss untuk menghadiri sidang Tugas Akhir seorang teman di kampus Dayeuhkolot. Berhubung jadwal sidangnya hanya kurang dari sejam lagi, maka saya pacu sepeda motor, tapi tetap saja nggak sekencang para gank motor
. Jalan Wolter Mongonsidipun terlewati dengan lancar hingga perempatan lampu merah jalan Ahmad Yani yang berrambu kuning.. belum merah. Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 21, 2008
Melihat keterpurukan nilai mata uang kita ‘Rupiah’, mengingatkanku kembali ke masa kuliah. Saat itu sekitar pertengahan tahun 1997 nilai tukar Rupiah kita juga mulai terpuruk atas US Dollar yang akhirnya membuat krisis ekonomi terbesar di negara ini hingga runtuhnya kekuasaan Presiden kitasat intu Bapak Suharto. Bukan masalah krisis tersebut yang akan saya ceritakan di sini, melainkan peristiwa yang menarik di Kampus kami. Peristiwa bergejolaknya kampus kami yang menimbulakn gelombang unjuk rasa ke rektorat kampus. Permasalahannya adalah karena senyuman Bapak Suharto di nilai kerts Uang Kuliah tertinggi saat itu yang bernilai Rp. 50.000, -. Dalam spanduk demo yang dibawa oleh teman-teman banyak bertuliskan Senyummu Menghancurkan Hatiku.. Lah kok bisa ? Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 20, 2008
Terima Kasih atas penghargaan yang diberikan oleh rekan-rekan blogger kepada saya berupa award yang saya sendiri nggak ngerti alasan dipilihnya award kepada saya, padahal masih banyak blog-blog yang jauh lebih baik dari blog ini. Tapi saya tetap menghargai setinggi-tingginya buat Mas DnD, Mbak Helda, bahkan untuk Blogger yang jarang saya kunjungi atau baru kenalan Mas Bintang dan Mbak Arystya. Mohon Maaf bila baru saat ini posting, sebenarnya bukan karena kesibukan semata tapi memang ada sedikit masalah dalam akses internet. Tidak lupa Home Work dari Ratu Blogger kita Mbak Lies dan Mas Cumi yang sempat tertunda. Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 14, 2008
Belakangan ini sedang marak kasus Pernikahan Dini antara Ananda Ulfa dan Syeikh Puji. Hampir semua tokoh dan sebagian besar masyarakat bangsa ini menghujat dan menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Syeikh Puji karena menikahi anak di bawah umur. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari alasan psikologis mental si anak, hak asasi, dan pelanggaran hukum UU Perkawinan. Alasan-alasan di atas benar adanya, tapi sadarkah kita akan bahaya yang lebih besar bagi anak-anak kita ketimbang pernikahan dini kasus di atas? Yakni : Perilaku Seks Bebas pada anak-anak kita yang dari tahun ke tahun terus bertambah. Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 13, 2008
Pagi ini benar-benar kecele setelah tiga hari nggak ngantor karena sibuk di RSCM untuk cek sana dan sini. Kecele karena ketinggalan berita ternyata sudah tiga hari ini nggak ada OB (Office Boy) di kantor. Usut punya usut ternyata memang keberadaan OB sudah dihilangkan dan yang membuatku sedikit heran alasan kenapa keberadaan OB ditiadakan adalah efisensi. Efisiensi? Sampai segitunya? Entah ini bisa disebut langkah maju atau mundur? Yang pasti aku merasakan kehilangan. Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 11, 2008
Pagi ini aku begitu terharu, selepas sholat Subuh aku mencoba tidur kembali karena memang semalam pulang dari RS sudah malam pukul 23an lalu merenung hampir sejaman. Baru saja mata mulai terpejam, aku dikagetkan oleh anakku yang membangunkanku. “Ini buat Ayah”, katanya sambil menyodorkan benda sebesar amplop sedang. “Apa ini?”, sahutku yang masih agak setengah sadar menerima pemberiannya. “Ayo, Ayah buka?” O iya aku jadi ingat kalau hari ini umurku telah memasuki usia 33 tahun. Baca entri selengkapnya »
Posted by: antozz on: November 10, 2008
Hari ini kita telah Lupa…
Untuk sejenak menundukan wajah
Memanjatkan sebait doa-doa ketentraman
Bagi Mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raga
Demi hidup Merdeka kita saat ini…
Apa karena Merdeka kita Lupa…
Untuk luangkan sesaat waktu kita…
yang bahkan tidak sampai satu menitpun
Untuk sekedar mengheningkan cipta
mengenang sejenak Hidup Mereka….
Karena Mati Merekalah kita hidup saat ini
Atau karena Merdeka…
hidup kita penuh kesibukan..
Mengejar segala impian kita
yang sebenarnya impian Mereka juga..
Yang membuat kita bangga
dengan sejuta keringat jerih payah kita…
Hingga kita lupa mengingat sekedar
satu tetes keringat jerih payah Mereka..
Karena setetes keringat merekalah
melahirkan sejuta tetes keringat kita..
Karena Merdeka Kita Lupa..
Padahal cukup hari ini saja dari tigaratusan hari..
Tak perlu seremonial tertentu untuk melakukannya…
Mari berhenti sejenak dari segala macam aktivitas..
Untuk mengingat Mereka..Pahlawan kita..
Dalam Doa, Cita dan Asa di hidup kita saat ini…
Komentar Anda